Minggu, 28 November 2010

imuuuuutttt. gambarnya..ceritaaanyyaa...????

atieg :) :D
hmmm..pilihlah perasaan anda sekarang menurut gambar di atas.
kalo perasaan saya sekarang sedih+senyum.
sedih = sesuatu permasalahan yang belum terselasaikan. Saya harap anda mengerti apa keinginanku, bukannya saya ego tapi ingin memberikan yang terbaik saja.
INILAH SAYA..
aku akuuu kamuu kamu. berpikirlah dewasa sedikit, kalau begini-begini terus tidak akan selesai terus. Suatu permasalah akan selesai jika dihadapi dengan dewasa & saling mengerti.
Apakah anda ketahui tindakan anda konyol dan tidak masuk akal, jadi lebih baik diam daripada bartambah konyol ...TERIMAH KASIH
senyum= berhasil melakukan usaha dengan baik."HOOORRREEEEE".
akankah berlanjut ini?..aku serahkan kepada yang di ATAS.:)

Rabu, 24 November 2010

asal usul tanjung batu.:)

Pada zaman purba di suatu pulau yang sekarang dikenal dengan sebutan Sumatera / Andalas [ tepatnya Ogan Ilir-SUMSEL ] hiduplah sekelompok manusia yang peradabannya masih rendah. Kehidupan mereka di hutan belantara dan hidup dengan berkelompok-kelompok. Kurang lebih tahun 1600 suatu tempat di hutan yang lebat terdapat sungai kecil yang lazim disebut PAYO, di sungai-sungai kecil inilah tempat tinggal mereka untuk mencari makan, berkebun, menangkap ikan, berburu, dan lain sebagainya.

 Tersebutlah mereka sebagai orang Kubu yang kehidupan sehari-hari sangat sederhana. Jauh di sebelah utara tinggallah Suku Kubu Teluk Balai [ Sentul ]. Kubu Burai, Kubu Caambai dan Suku Belido.

Di sebuah tempat yang dikenal dengan sebutan Payo Lintah bersemayamlah suku kubu dengan mendirikan gubuk-gubuk sederhana [ Rompok ] yang dikepalai oleh kepala suku bernama Usang Rajo Setan [ cikal bakal masyarakat Tanjung Batu ] sebagai pelindung. Di sekitar Payo Lintah tinggal pula kelompok lainnya seperti di Payo Batu dan Payo Trap [ kurang lebih 6 Km ke arah Burai ] dan tinggal pula Suku Kubu Lebar Tapak di arah selatan tepatnya di Payo Buluh [ Tanjung Atap ].

Kehidupan sehari-hari masyarakat di kala itu yakni mencari binatang buruan, menangkap ikan, mencari pucuk kayu sebagai sayur mayur di hutan, membuat alat untuk menangkap ikan seperti bubu seruo dan lain sebagainya. Selain itu mereka juga sudah mulai mengenal kehidupan pasar dengan sistem barter atau saling tukar-menukar barang dimana hasil hutanlah yang menjadi alat untuk berbelanja.

Mereka belum mengenal agama dan adat istiadat, pengertian mereka tentang hujan, petir, angin mempunyai kekuatan gaib yang dianggapnya bertuah dan kadang-kadang dianggap malapetaka. Pohon-pohon besar, tempat-tempat tinggal tertentu mempunyai kekuatan gaib dan roh, faham yang mereka anut yakni animisme dan dinamisme.

Melalui proses yang panjang dalam kurun waktu yang tidak singkat kehidupan mereka bernomaden alias berpindah-pindah tempat dari Payo Lintah ke Payo Batu, selang beberapa tahun pindah lagi ke Payo Trap untuk mencari ladang baru di samping itu berpindah-pindahnya mereka disebabkan gangguan binatang-binatang buas seperti : harimau, beruang serta binatang berkuku panjang yang dinamakan SETAN atau SINDAI.

Perkembangan selanjutnya berpindah tempat mencari sungai [ yang sekarang dikenal sebagai Lebak Meranjat ]. Tinggallah mereka disebuah Tanjungan dekat sungai, mereka menyebar di seputar tanjungan ini. Rompok demi rompok mendirikan rumah-rumah bertiang tinggi sebagai tempat perlindungan dari serangan binatang buas.

Konon tanjungan ini banyak terdapat batu kerikil merah [ karangan ] yang pada akhirnya disebut Tanjungan Batu atau Tanjung Batu yang sekarang berlokasi di Kampung Asam Jawo Tanjung Batu. Bercocok tanam, membuat perahu dan sudah mengenal ilmu perbintangan untuk menentukan musim tanam padi, musim kemarau, hujan dan sudah dapat menentukan arah mata angin. Peradaban berkembang, penduduk bertambah dan pada akhirnya menetaplah mereka di daerah ini menjadi sebuah dusun yang dikenal sebagai TANJUNG BATU.

Selasa, 09 November 2010

ciri-ciri fisik Nabi Muhammad SAW..

Add caption
Sampai saat ini tidak ada satu orangpun yang bisa melukiskan rupa Muhammad. Selain larangan dari Nabi Muhammad sendiri, hal ini juga untuk menjaga bagi kaum muslim agar tidak memuja Muhammad melebihi Allah. Kita tidak boleh menggambarkan Muhammad dalam bentuk lukisan dan patung, namun kita boleh mengetahui ciri-ciri perawakan Muhammad seperti yang diceritakan oleh Ali bin Abi Thalib.


Ali bin Abi Thalib merincikan ciri-ciri fisik dan penampilan keseharian Muhammad, Ali berkata : 
“Nabi Muhammad tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek. Berpostur indah di kalangan kaumnya, tidak terlalu gemuk dan tidak pula terlalu kurus. Perawakannnya bagus sebagai pria yang tampan. Badannya tidak tambun, wajah tidak bulat kecil, warna kulitnya putih kemerah-merahan, sepasang matanya hitam, bulu matanya panjang. Tulang kepalanya dan tulang antara kedua pundaknya besar, bulu badannya halus memanjang dari pusar sampai dada. Rambutnya sedikit, kedua telapak tangan dan telapak kakinya tebal. Apabila berjalan tidak pernah menancapkan kedua telapak kakinya, beliau melangkah dengan cepat dan pasti. Apabila menoleh, beliau menolehkan wajah dan badannya secara bersamaan. Di antara kedua bahunya terdapat tanda kenabian dan memang beliau adalah penutup para nabi. Beliau adalah orang yang paling dermawan, paling berlapang dada, paling jujur ucapannya, paling bertanggung jawab dan paling baik pergaulannya. Siapa saja yang bergaul dengannya pasti akan menyukainya.”
Setiap orang yang bertemu Muhammad pasti akan berkata, “Aku tidak pernah melihat orang yang sepertinya, baik sebelum maupun sesudahnya.” Begitulah Muhammad di mata khalayak, sebab beliau berakhlah sangat mulia seperti yang digambarkan Al-Qur’an,“
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.(Al-Qalam: 4)”.
Dalam hadits riwayat Bukhari, Muhammad digambarkan sebagai orang yang berkulit putih. Dikisahkan oleh Ismail bin Abi Khalid :
“Aku mendengar Abu Juhaifa berkata, “Aku melihat sang Nabi dan Al-Hasan bin Ali tampak mirip dia. “Aku berkata pada Abu Juhaifa, “Coba gambarkan sosok nabi padaku.” Dia berkata, “Dia berkulit putih dan jenggotnya hitam dengan uban putih. Dia berjanji memberi kami 13 ekor unta betina, tapi dia terlanjur mati terlebih dahulu sebelum kami menerimanya.”

sumber :http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/11/03/ciri-ciri-fisik-perawakan-nabi-muhammad/

Jumat, 05 November 2010

wujud cinta "ALLAH"..:)

 Pertama, membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya.
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib.
Ketiga, terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.
Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.

Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali.
Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.

Ketujuh, -inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.

Kedelapan, menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.

Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat.

Kesepuluh, menjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.
 Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sumber: Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh

Kamis, 04 November 2010

missss vittttaa...:D

"Passive  Voices"

Verbs are also said to be either active (The executive committee approved the new policy) or passive (The new policy was approved by the executive committee) in voice. In the active voice, the subject and verb relationship is straightforward: the subject is a be-er or a do-er and the verb moves the sentence along. In the passive voice, the subject of the sentence is neither a do-er or a be-er, but is acted upon by some other agent or by something unnamed (The new policy was approved).
Take the quiz (below) as an exercise in recognizing and changing passive verbs.
The passive voice does exist for a reason, however, and its presence is not always to be despised. The passive is particularly useful (even recommended) in two situations:
  • When it is more important to draw our attention to the person or thing acted upon: The unidentified victim was apparently struck during the early morning hours.
  • When the actor in the situation is not important: The aurora borealis can be observed in the early morning hours.
 Passive Verb Formation
TenseSubjectAuxiliaryPast
Participle
SingularPlural
Present The car/cars is are designed.
Present perfectThe car/cars has been have been designed.
Past The car/cars was were designed.
Past perfect The car/cars had been had been designed.
Future The car/cars will be will be designed.
Future perfect The car/cars will have been will have been designed.
Present progressive The car/cars is being are being designed.
Past progressive The car/cars was being were being designed.
ActiveProfessor Villa gave Jorge an A.
PassiveAn A was given to Jorge by Professor Villa.
PassiveJorge was given an A.

Verbals in Passive Structures

Verbals or verb forms can also take on features of the passive voice. An infinitive phrase in the passive voice, for instance, can perform various functions within a sentence (just like the active forms of the infinitive).
  • Subject: To be elected by my peers is a great honor.
  • Object: That child really likes to be read to by her mother.
  • Modifier: Grasso was the first woman to be elected governor in her own right.
The same is true of passive gerunds.
  • Subject: Being elected by my peers was a great thrill.
  • Object: I really don't like being lectured to by my boss.
  • Object of preposition: I am so tired of being lectured to by my boss.
With passive participles, part of the passive construction is often omitted, the result being a simple modifying participial phrase.
  • [Having been] designed for off-road performance, the Pathseeker does not always behave well on paved highways.
sumber :  http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/passive.htm

Rabu, 03 November 2010

test pengacau otak kiri dan otak kanan (1)

Seseorang yang ‘hebat’ secara akademis, pada umumnya sangat kuat dalam logika, kata, daftar, angka, linieritas, analisis, dan sejenisnya. Menurut Tony Buzan (Use Your Head: 1993): hasil aktivitas otak kiri manusia.
Adapun otak kanan lebih berkaitan menangani irama, imajinasi, warna, angan-angan, kesadaran ruang, gambaran menyeluruh dan dimensi. Belakangan berkumandang anjuran, jangan hanya memanfaatkan otak kiri, otak kanan juga dong.
Konon, para ilmuwan hebat memanfaatkan otak kiri. Para seniman kuat di otak kanan. Mana tahu, Sampeyan hebat memanfaatkan otak kiri, canggih membedayakan otak kiri. Piawai menghitung fulus fasih berimajinasi.
Untuk memahami fungsi otak kita, saya coba uraikan sebagai berikut:Otak kanan — KREATIF — Bentuk, Intuisi, Lagu &musik, Warna warni, Simbol, Gambar, Imajinasi, Menghayal
Otak kiri – ANALITIK — Bahasa verbal, Matematika, Logika, Angka2, Urutan2, Penilaian, Analisis, Linier.
Berikut ini tip atau cara mengetahui apakah anda cenderung menggunakan otak kiri atau otak kanan.Rentangkan dua tangan anda keatas seperti ini :
Kemudian lakukan suatu gerakan hingga kedua tangan seperti dibawah ini:

Jika “jempol tangan kiri” anda berada paling atas (dipuncak) maka selamat anda telah bertipe “otak kanan” Sebaliknya jika “jempol tangan kanan” anda berada diatas (dipuncak) maka maka selamat anda telah bertipe “otak kiri”

sumber :http://ekojuli.wordpress.com/2009/05/13/442/

(kisah pohon apel)untuk kedua orang tuaku:maafkan aku

Dahulu kala, ada sebuah pohon apel besar. Seorang anak kecil suka datang dan bermain-main setiap hari. Dia senang naik ke atas pohon, makan apel, tidur sejenak di bawah bayang-bayang pohon apel … Ia mencintai pohon apel iu dan pohon itu senang bermain dengan dia. Waktu berlalu …….
Anak kecil itu sudah dewasa dan dia berhari-hari tidak lagi bermain di sekitar pohon. Suatu hari anak itu datang kembali ke pohon dan ia tampak sedih. “Ayo bermain dengan saya,” pinta pohon apel itu. Aku bukan lagi seorang anak, saya tidak ‘bermain di sekitar pohon lagi. “Anak itu menjawab,” Aku ingin mainan. Aku butuh uang untuk membelinya. “” Maaf, tapi saya tidak punya uang ….. tapi Anda bisa mengambil buah apel saya dan menjualnya. Maka Anda akan punya uang. “Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua apel di pohon dan pergi dengan gembira. Anak itu tidak pernah kembali setelah ia mengambil buah apel. Pohon itu sedih.

artikel KASIHNYA IBU

 Kasihnya ibu membawa ke syurga. Ibu adalah seumpama mentari yang seringkali menyinari kehidupan setiap insan di dunia ini. Cintanya seorang ibu kepada anak-anak sudah tersemai sejak mereka di dalam kandungan lagi. Dan kasih tersebut terus berkembang mekar buat selamanya.

Pengorbanan ibu adalah bermula dari mengandungkan anakmu di dalam rahimmu selama sembilan bulan sepuluh hari dan kemudiannya sanggup bertarung nyawa demi menyelamatkan anaknya untuk menjadi khalifah Allah di atas muka bumi ini. Ibu, kini baru kusedar betapa kau sanggup menggantikan kesakitanku ini ketulusan hatimu yang suci sesuci embunan pagi.

Sungguh mulia pengorbanan seorang ibu, Rasullullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Ertinya: Dari Abu Hurairah r.a ia berkata telah datang seorang laki-laki kepada Rasulallah SAW maka ia berkata: “Wahai Rasulullah Rasulullah siapakah yang lebih berhak untuk diberi penghormatan yang sebaik-baiknya? Rasulullah menjawab:”IBUMU” Ia berkata lagi: kemudian siapa? Rasul menjawab:”IBUMU” Dia berkata lagi kemudian: kemudian siapa? Rasulullah menjawab”IBUMU” Dia berkata lagi: kemudian siapa? Rasullullah menjawab:”AYAHMU” (Hadis Riwayat BUKHARI DAN MUSLIM).