Sabtu, 25 Desember 2010

ibu, jangan aborsi aku..(catatan kecil)

Aku bersyukur dianugerahi sesosok ibu yang sayang kepadaku, penuh cinta saat mengasuhku,
betapa beruntungnyaku mendapatkan seorang ibu,
walau hanya sementara, ku masih dapat merasakan kasih sayangnya hingga sampai sekarang. Ibu terima kasih karena kasih dan sayangmu yang tulus,
membawaku hingga menulis catatan kecil ini,
aku terinspirasi menulis catatan ini untuk para kaum hawa yang tega membuang titipan atau amanah dari Tuhan,
mereka membuangnya begitu saja,
apakah tak pernah terfikir di benak mereka, siapakah yang ada di perutmu itu,
dari manakah asal benda yang terbungkus kulit mulusmu itu,
di mana tanggung jawabmu ketika mendapatkan benda lunak yang di titipkan dari-Nya, apa yang kau lakukukan?
Pernahkah kalian menyadari saat-saat di mana benda lunak itu mulai tumbuh di dalam perutmu? Saat Tuhan memberikannya sebuah gumpalan darah berwarna merah yang indah,
benda lunak itu berkata “Ibu aku datang, aku senang sekali karena kamu orang yang di pilih untuk mengasuhku,
aku masih terbentuk gumpalan berwarna merah legam, tapi aku sudah bisa mendengar ibu tertawa, bersedih,
dan merasakan goyangan-goyangan ringan di dalam rumah baruku ini.
Ibu aku merasa nyenyak dan hangat di dalam rumah baruku, apakah ini yang di sebut rahim?

dua bulan lamanya aku bersandar dalam rumah indahku, aku merasakan alunan nada-nada indah di sekitar rumahku,
ibu suara detak jantungmu begitu merdu, aku suka nada-nada ini, tapi. Ibu kau tidak suka kalau ibu menekan-nekan perut mu,
aku merasakan sesak di sini, kumohon ibu lepaskanlah tangan lembutmu,
agar aku dapat bergrak bebas di dalam rumahku ini, untuk menari
mendengarkan alunan nada-nada detak jantumu yang merdu.
Di hari yag cerah ini aku merasakan ibu sedang sedih. Kenapa ibu? Kenapa ibuku tercinta menangis?
Memang aku tidak bisa melihat ibu menangis, tapi aku bias merasakan sesaknya nafas ibu saat bersedih, kenapa ibu?

Selasa, 14 Desember 2010

:) i love mother

When Mother prayed, she found sweet rest,
When Mother prayed, her soul was blest;
Her heart and mind on God were stayed,
And God was there when Mother prayed!
Our thanks, O God, for mothers
Who show, by word and deed,
Commitment to Thy will and plan
And Thy commandments heed.
A thousand men may build a city,
but it takes a mother to make a home.
No man is poor who has had a godly mother!

Sumber : http://www.cerpen.web.id/articles/67/1/Pengorbanan-Seorang-Ibu/Page1.html

iwan fals-ibu

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

renungan pengorbanan tulus sesosok ibunda.:')

Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah meng
hamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Di samping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahankannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya.
Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan.

selembar puisi untugmu ibu.

Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Dua bidadari kecilmu...

Desah mimpimu berlari
mengejar bintang
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaikmu

Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Mendera doa disetiap detik nafas kami
Ibu... kau berlian dihati kami

Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Di setiap sholat malammu

Ibu...
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam pundak kami

Ibu...
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis.

sumber :http://toppuisi.blogspot.com/2007/12/selembar-puisi-untukmu-ibu.html

katakata ibuu..

Bila kuingat masa kecilku
Ku slalu meyusahkanmu
Bila kuingat masa kanakku
Kuslalu mengecewakanmu

Bila kuingat masa kecilku
Ku slalu meyusahkanmu
Bila kuingat masa kanakku
Kuslalu mengecewakanmu

Banyak sekali pengorbananmu
Yang kau berikan padaku
Tanpa letih dan tanpa pamrih
Kau berikan semua itu

Engkaulah yg kukasihi
Engkaulah yang kurindu
Kuharap slalu doamu
Dari dirimu ya ibu

Tanpa doamu takkan kuraih
Tanpa doamu takkan kucapai
Segala cita yang kuinginkan dari diriku ya ibu*)

Kata-kata ibu adalah kisah nyata
Kata-kata ibu adalah sayang
Kata-kata ibu adalah firasat
Kata-kata ibu adalah nasehat
Kata-kata ibu adalah doa

Ya ibu, sekali waktu, ceritakanlah padaku kisah-kisah luar biasa itu….

surga di telapak kaki ibu..cintai sesosok ibumu.:)

SURGA DI TELAPAK KAKI IBU


Wah..,tentu kalimat ini asih hangat di telinga kita bukan..!!!
Jangan salah artian,kawan..!! Bukan berarti kita menyembah-nyembah kaki ibu,membersihkan kaki ibu, dan lain sebagainya deh...!!

Jelasnya,
Bahwa kita harus selalu patuh dan taat kepada orang tua kita,terutama kepada ibu kita.
Jangan melawannya,membentaknya,ataupun bersikap kasar.
Gak mau kan bernasib serupa dengan Malin Kundang si anak durhaka.Di akhir hayatnya mendapat hal yang mengerikan dari ibunya.Pelajaran buat semuanya deh,buat saya pribadi tentunya...!!
Kita mesti baik-baik kepada ibu kita,jika kita tidak mau menyesal di kemudian hari.
Betapa beruntungnya yang masih memiliki ibu,tengoklah orang lain yang tidak seberuntung itu.

Apa ada diantara kalian..??
Semoga tidak..!!

Ayo kawan sebelum semuanya terlambat..!!!
IBUU.., I'M COMING...!!! :)

sumber : http://katamutiarabijak.blogspot.com/2009/11/kumpulan-kata-bijak-ibu.html

ibu , ibu & ibu....

ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah Kita menyakitkan-nya? Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaan-nya? Mencaki maki-nya? Melawan-nya? Memukul-nya? Mengacuhkan-nya? Meninggalkan-nya? Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil, Memberikan ASI waktu kita bayi, Mencuci celana kotor kita, Menahan derita, Menggendong kita sendirian. SADARILAH bahwa di Dunia ini ga da 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi….. Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita….
kesalahan. termasuk Arum.
Seorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain,seedangkan ia tidak mengerjakan kebaikan itu,maka ia ibarat lilin menerangi orang lain namun membakar diri sendiri.
" dan yang sering kita lupakan adalah di balik kegemerlapan kesuksesan kita selalu ada air mata dan dorongan dari seorang Ibu "

kasih sayang ibu.:)

“Cucianmu sudah ibu cuci, Ni!” Kata ibuku ketika aku baru saja sampai di rumah. Aku segera beranjak memasuki kamarku dan melihat tempat cucian kotorku sudah kosong. Ah ibu, aku berusaha pulang cepat hari ini agar aku bisa mencuci baju-baju kotorku. ”Ibu tahu, kamu pasti lelah”. Aku hanya bisa tersenyum memandangi wajah renta ibuku.Diusianya yang lewat setengah abad, ibuku termasuk wanita yang sehat. Beliau masih mampu mencuci baju semua anggota keluarga. Bukan berarti kami malas mengerjakannya tapi karena ibuku punya kebiasaan unik yaitu tidak bisa melihat barang-barang kotor. Tangannya langsung bergerak membereskan apa saja yang tidak sedap dipandang.
“Apa ibu nggak cape jika tiap hari selalu beres-beres, aku menggaji orang saja ya biar ibu bisa istirahat” kataku suatu hari. Ibu memandangku, ”Kamu nggak suka ya kalau bajumu ibu cucikan”. ”Aku sayang sama ibu, aku nggak tega melihat ibu bekerja keras tiap hari”, aku berusaha membujuknya untuk menerima saranku. ”Ibu senang kalau diusia ibu sekarang, ibu masih mampu mengurusmu, mencucikan pakaianmu dan adikmu atau menyiapkan sarapanmu tiap pagi”. Yah..aku tak pernah lupa, jika hari libur kantorku hari sabtu dan minggu, ibu selalu menyiapkan nasi goreng daun mengkudu dan telor ceplok kesukaanku.
Aku ingat sebuah pepatah ”Seorang ibu bisa mengurus sepuluh orang anak, tapi sepuluh orang anak belum tentu mampu mengurus seorang ibu” . Aku termenung sendirian dikamarku, diusiaku yang beranjak dewasa, aku merasa belum pernah sekalipun membahagiakannya. Pernah suatu kali, aku membelikan pakaian untuknya, tapi ibuku malah balik bertanya “Kamu sendiri beli nggak? Kalau kamu nggak beli, baju ini untuk kamu saja. Baju ibu masih banyak kok”, ibuku tak mau menerima. Esoknya aku beli baju lagi agar ibu mau menerima pemberianku.
“Ibu sudah bahagia melihat anak-anak ibu berhasil” kata beliau suatu kali ketika aku menanyakan apa yang bisa aku perbuat untuk membuatnya bahagia. ”Melihat kamu dan kakak-kakakmu bisa mencari uang sendiri dan kamu bisa rukun dengan saudara-saudaramu, itulah kebahagian ibu” Aku teringat kakak-kakaku, alhamdulillah mereka semua sudah mempunyai penghasilan sendiri, hanya adikku yang masih kuliah.
Kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang hayat . Apapun yang sudah kita buat belum apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang telah diberikan pada kita.Ya Alloh , curahkan kasih sayang-Mu pada kedua orang tuaku, teramat khusus untuk ibu. Allahummaghfirlanaa wali-waalidainaa warhamhumaa kamaa rabbayanii shaghiiraa. Amiin
Untuk Ibunda tercinta, I always love you. 

sumber : http://www.dudung.net/artikel-bebas/kasih-sayang-ibu.html 

Rabu, 01 Desember 2010

inilah hidupku.:)

bismillah.:)
huft..hari-hari telah dilewati walau kadang di lalui ada rasa pahit, manis, dll. "Itulah namanya kehidupan".
Mungkin ini dinamakan hidup, hidup yang hanya semantara dan tak pernah kekal abadi..yayayayaa.
Baiklah gua disini akan menceritakan tentang kehidupan gua selama ini.
Tanggal 04 november 1994 bayi yang imut dan mungil dilahirkan oleh Bapak. Faishol HT dan Ibu Asliyati, gua disekolahkan di SD N 02 Seri Tanjung selama 6 taon, alhamdulillah selama di Sekolah Dasar gua berprestasi..:).
          Kemudian di lanjutkan Sekolah Menengah Pertama ato SMP N 02 Seri Bandung dan juga berhasil prestasi selama 3 taon. Selanjutnya gua mendaftar di SMA N 03 Unggulan Kayuagung.
hhmm susah banget masuk SMA ini. penuh rintangan yang harus dijalankan. Tepat pada tanggal 13 Juli 2009 angkatan 10 yang berjumlah 158 resmi dinyatakan warga SMAN GAUL...horrrrrrrrreeeeeeeeeee.
           Lanjut SMA ini berasrama gua pulang seminggu sekali..ialah kami hanya diizinkan cuma hari sabtu pulangnya, kemudian minggu sore kembali lagi ke asrama..hikks.hiks..:D
"panggilan-panggilan kepada seluruh siswa harap segera menuju ke zona pembersihannya".kta-kata inilah yang kami sering dengar setiap pagi.hhhaa.:D
- Hari Senin
  Dimulai dengan upacara, kemudian jam 07.00 belajar seperti biasa sampailah jam 13.00.
  Dan sorenya ekskul ROHIS, disini kami memakai baju PDUP yaitu baju kebangsaan SMAN GAUL.
Perhatian dari hari selasa-jumat setiap pagi apel bersama.
- Hari Selasa
   Memakai seragam putih abu-abu dan sorenya ekskul KKR
- Hari Rabu
   Ekskul PRAMUKA, seperti biasanya memakai seragam pramuka
 -Hari Kamis
   Memakai seragam batik, sorenya ekskul BEBAS
- Hri Jumat
   Memakai seragam muslim dan wajib pakai jilbab jika yang beragama islam, dan sorenya Drumb Band
- Hari Sabtu
   Dimulai dengan senam , selanjutnya PASKIBRA.
   Sekitar jam 11.00 gua pulang kerumah.
 naaaaaaaah!!!!!!! lupa ketinggalan yang satu ini, gua dan teman-teman selasai belajar pagi sekitar jam 12.30 lebih makan di Dapur Umum (DU).

Inilah kehidupan gua begitu padat tapi gua jalani dengan penuh senyuman, karena berawalan dari senyuman itu akan terlaksana dengan baik,,:)

cerita "perjuangan hidup melawan penyakit".


kenangan terakhir keke di RS bersama teman-temannya


Hai, sobat. Kenalkan namaku Keke. Umurku 13 tahun. Aku remaja aktif yang duduk di kelas 2 SMP. Suatu pagi aku terbangun dengan mata memerah kemudian hidungku berdarah. Ayah membawaku ke Dokter untuk diperiksa.