betapa beruntungnyaku mendapatkan seorang ibu,
walau hanya sementara, ku masih dapat merasakan kasih sayangnya hingga sampai sekarang. Ibu terima kasih karena kasih dan sayangmu yang tulus,
membawaku hingga menulis catatan kecil ini,
aku terinspirasi menulis catatan ini untuk para kaum hawa yang tega membuang titipan atau amanah dari Tuhan,
mereka membuangnya begitu saja,
apakah tak pernah terfikir di benak mereka, siapakah yang ada di perutmu itu,
dari manakah asal benda yang terbungkus kulit mulusmu itu,
di mana tanggung jawabmu ketika mendapatkan benda lunak yang di titipkan dari-Nya, apa yang kau lakukukan?
Pernahkah kalian menyadari saat-saat di mana benda lunak itu mulai tumbuh di dalam perutmu? Saat Tuhan memberikannya sebuah gumpalan darah berwarna merah yang indah,
benda lunak itu berkata “Ibu aku datang, aku senang sekali karena kamu orang yang di pilih untuk mengasuhku,
aku masih terbentuk gumpalan berwarna merah legam, tapi aku sudah bisa mendengar ibu tertawa, bersedih,
dan merasakan goyangan-goyangan ringan di dalam rumah baruku ini.
Ibu aku merasa nyenyak dan hangat di dalam rumah baruku, apakah ini yang di sebut rahim?
dua bulan lamanya aku bersandar dalam rumah indahku, aku merasakan alunan nada-nada indah di sekitar rumahku,
ibu suara detak jantungmu begitu merdu, aku suka nada-nada ini, tapi. Ibu kau tidak suka kalau ibu menekan-nekan perut mu,
aku merasakan sesak di sini, kumohon ibu lepaskanlah tangan lembutmu,
agar aku dapat bergrak bebas di dalam rumahku ini, untuk menari
mendengarkan alunan nada-nada detak jantumu yang merdu.
Di hari yag cerah ini aku merasakan ibu sedang sedih. Kenapa ibu? Kenapa ibuku tercinta menangis?
Memang aku tidak bisa melihat ibu menangis, tapi aku bias merasakan sesaknya nafas ibu saat bersedih, kenapa ibu?
Bulan ke tiga pun datang, lihatlah ibu, jari-jariku sudah tumbuh,dan aku sudah bisa mengelus-elus ibu dari dalam, betapa mulusnya rumah ini ibu, hangatnya tak berubah, aku suka dengan kehangatan ini, tapi kenapa ibu menggoyang-goyangkan rumah ini, aku mohon ibu berhentilah, aku mearsakan pusing di dalam rumah, apa yang sedang ibu lakukan?
Bulan ke empat pun datang, ibu lihatlah rambutku mulai tumbuh, walaupun masih sedikit, tp akan tumbuh lebat nanti, ibu aku sudah belajar banyak di dalam rumah ini, aku sekarang sudah bias menengok, merenggangkan kaki, dan menggerakkan jari-jariku, aku sudah tak sabar ingin keluar dan memanggil nama Ibu.
Bulan ke lima, aku merasakan ibu sepertinya tergesah-gesah, ibu mau ke mana? Begitu banyak perlengkapan yang ibu bawa. Oh, ternyata ibu pergi ke dokter, tapi ibu aku tidak suka jari-jari tangannya, dia begitu kasar memegang rumahku, aku tidak percaya dia ibu, tolong ibu bawa aku pergi aku tidak suka dokter itu, ibu apakah kamu mendengarkanku? Aku di perutmu ibu.
Bulan ke enam, tampaknya ibu datang lagi ke dokter itu, apa yang akan ibu lakukan dengan dokter itu, aku tidak suka dia, dia kasar, Ibu tolooong! Ada benda aneh masuk ke rumahku, dokter itu bilang kalau itu jarum, ibu tolong singkirkan jarum itu, Aduh! Ibuuuu…. Sakit, sakit ibu, tolong aku, aku tidak bias melawannya, TOLOOONGG!!!!
Bulan ke tujuh, Wahai ibuku tercinta, terima kasih atas tumpangannya, aku telah di berikan ijin untuk tinggal di dalam rahimmu yang lembut dan hangat itu, aku sudah bersama Tuhan, Dia telah memberi tahuku apa itu aborsi? Kenapa ibu tidak menginginkanku? Apa salahku apa dosaku? Ibu kejam!
Tahukah kau Ibuku tercinta.
Semua yag ada dalam bentuk tubuhku hancur, tak ada lagi jari-jari mungil itu, tak ada lagi helai-helai rambut hitam, tak ada lagi jemari kaki yang tebal, tak ada lagi mata nan berbinar, tak ada lagi Jantung yang berdetak, semua itu baru kurasakan, aku belum sempat merasakan luasnya dunia, indahnya awan, aku takkan bisa merasakan kakiku berjalan, dadaku bernafas, aku tak bias merasakan semua itu. Kenapa ibu begitu kejam kepadaku? Kenapa ibu tak menginginkanku tuk menikmati indahnya dunia?
***
Wahai kaum hawa, apakah kalian sadar dengan apa yang kalian lakukan?Di mana tanggung jawabmu? Pertimbangkan dulu apa yang akan kau lakukan?
sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6172989

Tidak ada komentar:
Posting Komentar